Home Psikologi Anak Cara Menangani Anak Korban Pelecehan Seksual

Cara Menangani Anak Korban Pelecehan Seksual

by psikologiku.com
109 views
Cara Menangani Anak Korban Pelecehan Seksual

Segala bentuk kekerasan berakibat buruk, baik fisik maupun psikis. Bahkan, jika tidak segera ditangani, perkembangan dan pertumbuhan anak akan terganggu.

Kekerasan seksual yang dialami anak-anak tidak selalu menimbulkan dampak langsung. Hal ini karena pemahaman seorang anak pada peristiwa yang dialaminya berbeda-beda. Pada anak usia remaja, mereka langsung mengerti peristiwa kekerasan seksual akan merusak hidupnya sehingga reaksi mereka akan langsung terlihat.

Menurut psikiatri anak dr.Tjhin Wiguna Sp.A, meski tidak langsung terlihat dampaknya, tapi anak membutuhkan pendampingan dan harus terus dipantau kondisinya.

“Dokter atau psikiater akan melakukan assesment, apakah ada masalah emosi atau perilaku pasca peristiwa tersebut. Kalau belum ada, tetap dipantau karena mereka beresiko tinggi mengalami gangguan perilaku,” katanya.

Anak-anak adalah korban yang harus mendapat perhatian dan dukungan dari orang di sekitarnya agar luka fisik serta trauma psikisnya bisa disembuhkan.

Terapi untuk anak yang menjadi korban, jelas Tjhin, bermacam-macam. Untuk anak yang masih kecil biasanya dilakukan terapi bermain. “Misalnya anak diajak menggambar untuk membantu anak mengekspresikan perasaannya,” katanya.

Selain itu bisa juga dilakukan terapi kognitif dan berbagai terapi lain sesuai kondisi anak. “Tujuan awalnya adalah menjalin emosi dengan anak sehingga anak tetap bisa mengekspresikan perasaannya meski tidak selalu lewat kata-kata,” ujarnya.

Orangtua bisa mencari bantuan untuk terapi anak ke psikolog atau psikiater untuk memulihkan luka batin anak. Di RSCM Jakarta antara lain juga terdapat klinik pemulihan stres pasca trauma, poliklinik jiwa anak dan remaja, atau pusat krisis terpadu yang terdapat di RS Polri Jakarta dan juga RSCM.

Sebagai orang tua kita harus waspada, interaktif dan berkomunikasi baik dengan anak kita sehingga kita tahu benar dan mengerti perkembangkan psikologis dan biologis anak kita, berikut beberapa upaya yang dapat orangtua lakukan untuk mengatasi anak korban pelecehan seksual:

1. Beri Perhatian

Sifat anak kecil yang periang dan ceria merupakan sifat dasar seorang anak pada umumya. Jika anda mendapati anak anda sering menangis, jejeritan, dan mengigau dalam tidurnya, anda perlu bertanya dan mengkomunikasinya secara intens agar anak anda mau bersikap terbuka dan jujur terhadap anda. Beri waktu lebih lama untuk ngobrol atau sekedar mendengar ceritanya, perlu kita ketahui, mereka membutuhkan waktu yang tidak instan untuk mengurangi rasa trauma mereka.

2. Kenali Tubuh Anak

Cobalah menggoda anak anda dengan mengajaknya mandi, anda bisa memperhatikan tubuh anak anda dengan teliti, apakah ada memar dibagian alat vital dan duburnya, atau dibagian tertutup lainnya. Hal ini perlu dilakukan mengingat peristiwa buruk yang terjadi memungkinkan anak mengalami kekerasan pada tubuhnya.

3. Periksa Pakaian Dalamnya

Penting untuk kita ketahui dampak biologis seorang anak yang mengalami pelecehan seksual adalah timbulnya penyakit di bagian alat kelaminnya atau anda bisa melihat perubahan-perubahan kecil pada anak, apa anak tersebut terlihat kesakitan atau gatal di sekitar alat kelamin. Coba cek pakaian dalam anak anda, apakah ada noda, cairan, atau darah sehingga anda bisa menanyakannya secara halus kepada anak anda.

4. Periksa ke Dokter

Jika terlihat bahwa anak anda mengalami kesakitan, tidak mau duduk, sulit berjalan, dan terlihat tidak nyaman, anda jangan dulu panik, tanyakan kepada anak anda apa yang dia rasakan, dan jika anak anda mengadu pada anda bahwa alat kelaminnya terasa panas atau gatal serta buang air dengan merasakan perih, maka anda harus segera membawanya ke dokter dan memeriksanya lebih lanjut, dan segera melakukan cek laboratorium dan cek visum ke rumah sakit terdekat.

5. Tetap Tenang dan Waspada

Dengan banyaknya kasus pelecehan seksual terhadap anak yang terungkap, maka kita harus bersikap lebih tenang dan bijaksana agar kita lebih memperhatikan dan menjaga anak kita, waspada dengan orang yang baru dikenal dan kenali setiap komunitas dan pergaulannya. Kita pun harus bersikap bijak dan berpikir jernih, jangan sampai anda malah menambah pikiran anak, anak yang mengalami trauma paska kejadian haruslah mendapatkan kasih sayang dan beri perhatian lebih agar anak merasa lebih tenang dan terlindungi.

Related Articles

Leave a Comment