Home » Definisi Pengertian Kognisi dalam Psikologi Menurut Para Ahli

Definisi Pengertian Kognisi dalam Psikologi Menurut Para Ahli

by psikologiku.com
38 views

Definisi Pengertian Kognisi Dalam Psikologi Menurut Para Ahli – Elemen Kognisi Dalam Psikologi

Pengertian Kognisi Dalam Psikologi

Kognisi adalah kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berpikir tentang seseorang atau sesuatu. Proses yang dilakukan adalah memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan dan berbahasa. Kapasitas atau kemampuan kognisi biasa diartikan sebagai kecerdasan atau inteligensi. Bidang ilmu yang mempelajari kognisi beragam, di antaranya adalah psikologi, filsafat, komunikasi, neurosains, serta kecerdasan buatan. Kepercayaan/ pengetahuan seseorang tentang sesuatu dipercaya dapat mempengaruhi sikap mereka dan pada akhirnya mempengaruhi perilaku/ tindakan mereka terhadap sesuatu. Merubah pengetahuan seseorang akan sesuatu dipercaya dapat merubah perilaku mereka.

Istilah kognisi berasal dari bahasa latin cognoscere yang artinya mengetahui. Kognisi dapat pula diartikan sebagai pemahaman terhadap pengetahuan atau kemampuan untuk memperoleh pengetahuan. Istilah ini digunakan oleh filsuf untuk mencari pemahaman terhadap cara manusia berpikir. Karya Plato dan Aristoteles telah memuat topik tentang kognisi karena salah satu tujuan tujuan filsafat adalah memahami segala gejala alam melalui pemahaman dari manusia itu sendiri.

Kognisi dipahami sebagai proses mental karena kognisi mencermikan pemikiran dan tidak dapat diamati secara langsung. Oleh karena itu kognisi tidak dapat diukur secara langsung, namun melalui perilaku yang ditampilkan dan dapat diamati. Misalnya kemampuan anak untuk mengingat angka dari 1-20, atau kemampuan untuk menyelesaikan teka-teki, kemampuan menilai perilaku yang patut dan tidak untuk diimitasi.

Elemen Kognisi

  • Konsep adalah salah satu representasi mental. Konsep adalah kategori mental yang mengelompokkan sejumlah objek, hubungan, aktivitas, abstraksi, atau kualitas yang memiliki kesamaan properti. Contoh: merah, biru, kuning adalah contoh dari konsep warna; buras, cemani, jago adalah contoh dari konsep ayam.
  • Konsep dasar (basic concept) adalah konsep yang memiliki jumlah contoh sedang (moderate) dan lebih mudah diperoleh dibandingkan konsep yang memiliki contoh yang lebih sedikit atau lebih banyak. Contoh: konsep durian lebih sederhana daripada konsep buah karena buah memiliki jumlah obyek yang lebih banyak dibandingkan dengan durian yang lebih spesifik; Komik lebih sederhana dibandingkan dengan konsep buku karena konsep buku lebih abstrak dan luas serta bermacam-macam objeknya dibandingkan komik.
  • Prototipe adalah contoh yang merepresentasikan suatu konsep. Pada saat kita harus memutuskan apakah suatu hal termasuk ke dalam suatu konsep atau tidak, kita cenderung membandingkan hal tersebut dengan prototipe. Contoh: yang lebih mewakili konsep burung apakah pinguin atau elang?

Konsep merupakan potongan yang membangun pikiran kita, tetapi potongan-potongan tersebut menjadi tidak berguna bila kita menyimpannya hanya secara mental. Selain menyimpan, kita juga harus mengembangkan hubungan antar potongan-potongan konsep yang kita miliki. Salah satunya adalah dengan penggunaan proposisi.

  • Proposisi adalah unit yang memiliki makna dan tercipta dari berbagai konsep serta menggambarkan ide yang utuh. Proposisi dapat menggambarkan berbagai macam pengetahuan (misalnya: Mario memelihara ayam jago), atau menggambarkan keyakinan (ayam jago adalah ayam petarung).

Nantinya, proposisi-proposisi tersebut akan saling terhubung di dalam sebuah jejaring pengetahuan, asosiasi, keyakinan, dan harapan yang rumit. Jejaring tersebut disebut dengan skema kognitif, yang berfungsi dalam mental kita sebagai model dari berbagai aspek di dunia.

  • Skema kognitif adalah jejaring mental yang terintegrasi dengan pengetahuan, keyakinan, dan keinginan mengenai suatu topik atau aspek tertentu dari lingkungan. Contoh: skema tentang kebudayaan; kebudayaan merupakan hasil pemikiran luhur dari nenek moyang, yang berisi nilai-nilai hidup, kearifan lokal dan harus dilestarikan.
  • Kesan mental (mental images) adalah suatu representasi mental yang merupakan cerminan atau mencerminkan hal yang direpresentasikan. Kesan mental berlangsung di sebagian besar (atau bahkan semua) modalitas sensorik. Kesan mental ini terutama kesan visual, gambar yang terdapat dalam pikiran-pikiran merupakan hal yang penting dalam proses berpikir dan proses konstruksi skema kognitif. Misalnya kita dapat merasakan adanya kesan pendengaran (lagu, pidato, ceramah, dan lain-lain yang kita dengar dalam pikiran kita); kita merasa adanya rasa sakit, mencium bau, pengecapan. Jadi kesan mental ini semacam kesan imajiner yang ada dalam pikiran kita.

Related Articles

Leave a Comment