Home Psikologi Anak Komponen Bahasa Dalam Psikolinguistik

Komponen Bahasa Dalam Psikolinguistik

by psikologiku.com
36 views

3 Komponen Bahasa Dalam Psikolinguistik yaitu Sintaktik, Fonologi, dan Semantik

Komponen Bahasa Psikolinguistik

Bahasa dimanapun selalu dikatakan memiliki tiga (3) komponen, yaitu bidang sintaktik, bidang fonologi, dan bidang semantik.

  1. Bidang Sintaktik

Sintaksis adalah bagian dari tata bahasa yang mempelajari dasar-dasar dan proses-proses pembentukan kalimat dalam suatu bahasa. Untuk membentuk kalimat diperlukan kata-kata. Ada beberapa kategori kata (menurut tata bahasa tradisional) sebagai berikut:

  • Kata benda atau nomina
  • Kata kerja atau verba
  • Kata sifat atau adjectiva
  • Kata ganti atau pronominal
  • Kata bilangan atau numeralia
  • Kata keterangan atau adverbial
  • Kata sambung atau conjungtio
  • Kata depan atau preposition
  • Kata sandang atau articula
  • Kata seru atau interjecio
  1. Bidang Fonologi

Fonologi adalah studi mengenai bunyi. Bunyi merupakn symbol lisan yang dipakai oleh manusia untuk menyampaikan apapun yang ingin disampaikan. Pada bahasa ada bunyi-bunyi yang sifatnya universal, yakni terdapat pada bahasa manapun juga. Bunyi vokal [a], [i], dan [u] merupakan system vocal minimal yang terdapat pada tiap bahasa. Bahasa bisa saja memiliki lebih dari tiga (3) vokal ini, tetapi tidak ada bahasa di dunia yang memiliki kurang dari tiga (3) vokal ini.

  1. Bidang Semantik

Semantik adalah studi mengenai “arti” suatu perkataan atau kalimat. Ada bermacam-macam teori mengenai semantik, yang berbeda-beda dalam pendekatan permasalahannya. Dari teori-teori tersebut dapat dikategorikan menjadi dua (2) kelompok besar, yaitu:

  1. Teori referensi

Teori referensi mempelajari kalimat antara kita dengan obyek atau bendanya yang dirujuk. Contohnya: perkataan “sepatu” akan menunjuk pada jenis sepatu apa saja yang ada di dunia. Menurut teori ini, hubungan antara kita dengan obyeknya disebut hubungan referensi, artinya kata merujuk pada benda. Dengan cara demikian terjadilah suatu hubungan yang disebut “arti”

2. Teori pengertian (sense)

Teori pengertian mempelajari hubungan kata degan konsepnya. Contohnya: kata “sepatu” tadi menimbulkan suatu konsep tentang sepatu, yaitu suatu benda yang dipakai sebagai alas kaki. Jadi, orang tidak melihat bendanya dulu untuk mengetahui apa sepatu itu.

Related Articles

Leave a Comment