Home Psikologi Umum Nature dan Nurture dalam Psikologi Perkembangan

Nature dan Nurture dalam Psikologi Perkembangan

by psikologiku.com
43 views

Nature dan Nurture dalam Psikologi Perkembangan – Perspektif Nature dan Nurture dalam Perkembangan Gender

Nature dan Nurture

Pengalaman dan ekspersi ini berkaitan dengan 3 aspek yang saling berkaitan dalam dalam identitas gender: 1) peran; 2) penentuan tipe dan 3) stereotip gender.

Peran gender (gender roles) adalah perilaku, ketertarikan, sikap, keterampilan dan ciri-ciri kepribadian pria dan wanita yang dianggap sesuai dengan kultur. Wanita diharapkan patuh dan keibuan; sedangkan seorang pria diharapkan aktif, agresif, dan kompetitif. Penentuan tipe gender (gender typing), sebuah proses yang denganya anak belajar dan mendapatkan peran gender. Stereotip gender (gender stereotype) adalah generalisasi yang telah terbentuk sebelumnya tentang perilaku pria atau wanita seperti”semua wanita pasif dan tergantung; semua pria agresif dan independen”. Diantara ank-anak prasekolah, baik anak laki-laki maupun perempuan mengingat anak laki-laki sebagai yang kuat, cepat, kasar, dan anak perempuan sebagai yang penakut dan tidak berdaya.

Pendekatan biologis.pada usia 5 tahun,besar otak anak mencapai ukuran orang dewasa,otak anak laki-laki lebih besar sekitar 10 persen dibandingkan anak perempuan,sebagian besar di karenakan anak laki-laki memiliki lebih banyak sel abu-abu pada serebral corteks,sedangkan anak perempuan memiliki densitas neural yang lebih besar. Karena anak perempuan memiliki corpus callosum yang lebih besar,koordinasi yang lebih baik antara 2 hemisphere tersebut mungkn dapat membantu menjelaskan suprioritas kemampuan verbalang dimiliki oleh anak perempuan. Hormon testerum pria, bersama dengan serotonim neurotransmitterdalam jumlah kecil,tampaknya terkait dengan agresivitas,kompetivitas,dan dominasi,mungkin melalui aksi pada struktur otak tertentu,seperti hipertalamus dan amigdala.

Riset lain terfokus kepada anak dengan sejarah hormon yang tidak biasa. Anak perempuandengan kelainan yang disebut congenital adrenal hyperplasia (CPA) memiliki level androgen (hormon kelamin pria )dalam level yang tidak biasa.walaupun dibesarkan sebagai anak perempuan,mereka cenderung untuk memilih ”mainan anak laki-laki,permainan kasar,dan teman bermain pria,dan menunjukan keterampilan spasial yang kuat.di sisi lain,estrogen,tidak memiliki pengaruh yang begitu besar terhadap perilaku tipe ender anak laki-laki.

Pendekatan psikoanalitik.”ayah,dimana ayah akan tinggal ketika saya sudah besar dan menikahi ibu?”tanya timmy,4 tahun.dari perspektif psikoanalisis,pertanyaan Timmy tersebut adalah bagian dari akuisisi indentitas jendernya.merujuk kepada freud,proses tersebut adalah salah satu dari identifikasi (identification),yaitu adopsi karakteristik,keyakinan,sikap,nilai,dan perilaku dari orang tua yang berjenis kelamin sama.

Mengacu kepada teori freudian klasik,identifikasi akan terjadi pada diri Timmy ketika tertekan atau menyerah berkeinginan memiliki orang tua dengan jenis kelamin yang berbeda dengan dirinya (ibunya)dan mengidentifikasikan diri dengan orang tua yang berjenis kelamin sama(sang ayah).

Related Articles

Leave a Comment