Home ยป Pengertian Perbedaan Gender – Perkembangan Gender Anak Usia Dini

Pengertian Perbedaan Gender – Perkembangan Gender Anak Usia Dini

by psikologiku.com
53 views
Pengertian Perbedaan Gender

Perbedaan gender adalah perbedaan psikologis atau perilaku antara pria dan wanita. Kedua jenis kelamin tersebut sama-sama sensitif terhadap sentuhan dan cenderung untuk tumbuh gigi, duduk, dan berjalan pada usia yang sama.

Bayi perempuan tampaknya memiliki keuntungan biologis. Mereka tidak terlalu rentan dibandingkan dengan anak laki-laki. Mulai dari kehamilan dan seterusnya, berkembang lebih cepat, dan memiliki reaktivitas yang lebih rendah terhadap stres, lebih dapat bertahan hidup pada masa bayi. Bayi laki-laki sedikit lebih panjang dan lebih berat dibandingkan dengan bayi perempuan dan lebih kuat.

Perilaku paling awal, pada usia 2 tahun, adalah pemilihan mainan dan aktivitas permainan serta teman bermai dari jenis kelamin yang sama. Perbandingan yang paling jelas adalah anak laki-laki, dari masa pra-sekolah dan seterusnya, menunjukkan agresi yang lebih jelas baik secara fisik maupun secara verbal.

Sebagian besar studi menemukan bahwa anak perempuan lebih empati dan prososial, dan sebagian menemukan bahwa anak perempuan lebih patuh dan kooperatif terhadap orang tua dan mencari pembenaran orang dewasa dibandingkan anak laki-laki.

Perbedaan dalam Nilai Kemampuan Tertentu

Anak perempuan cenderung lebih baik dalam tugas verbal (tetapi bukan anologi), pada komputasi matematika, dan pada tugas yang mensyaratkan motoris halus dan keterampilan perseptual. Sedangkan anak laki-laki lebih baik dalam hampir seluruh kemampuan spasial dan dalam matematika abstrak serta penalaran ilmiah.

Sebagian perbedaan kognitif ini dimulai pada usia dini. Superiotas anak perempuan dalam kecepatan perseptual dan kefasihan verbal telah muncul pada masa bayi dan baduta, dan kemampuan terbaik anak laki-laki untuk memanipulasi gambar dan bentuk secara mental serta memecahkan maze telah terbukti pada masa pra-sekolah.

Sebagai seorang baduta (toddlers), baik anak laki-laki maupun anak perempuan sama-sama senang memukul, mencubit, dan melontarkan kemarahan dan mereka sama-sama cenderung menunjukan tempramen “pemarah”. Ketiadaan masalah perilaku di kalangan anak perempuan terus berlangsung sampai usia remaja, ketika mereka lebih mudah cemas dan depresi.

Tingkat reaktivitas anak perepuan terhadap stres memungkinkan mereka untuk menghadapi frustasi dan rasa marah dengan cara yang lebih terkontrol, dan kemampuan lebih anak perempuan berkaitan dengan bahasa memungkinkan mereka untuk mengomunikasikan perasaan mereka dengan cara yang lebih sehat.

Alasan lainya mungkin terletak pada cara anak laki-laki dan perempuan disosialisasikan. Anak perempuan, melebihi anak laki-laki, diajarkan untuk mengontrol diri mereka sendiri, untuk berbagi mainan, dan untuk berpikir bagaimana perbuatan mereka memengaruhi orang lain; dan kemampuan empati mereka yang lebih besar mungkin membantu mereka menginteralisasikan standar sosial.

Anak perempuan membicarakan pengalaman mereka lebih detail dibandingkan anak laki-laki, dan mereka lebih cenderung berbicara tentang perasaan, orang-orang, dan hubungan.

Related Articles

Leave a Comment